07 Oktober 2019 18:06 wib

Medan, (UIN SU)
Empat dosen Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN SU) terpilih menjadi panelis dalam konferensi studi Islam internasional AICIS (Annual International Conference of Islamic Studies) 2019 di Jakarta. Mengangkat tema digitalisasi pendidikan dan generasi muda Islam, perhelatan ini diikuti ribuan akademisi studi Islam dari berbagai penjuru dunia.

Empat dosen UIN SU tersebut yaitu Dr. Sukiati, S.Ag, MA dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Tri Niswati Utami, M.Kes dari 
Fakultas Kesehatan Masyarakat dan Solihah Titin Sumantri, M.Ag dari Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan  UIN SU yang didaulat sebagai panelis dan Muhammad Iqbal Irham, M.Ag dari Fakultas Syari'ah Hukum dipilih sebagai chair dalam konferensi ini.

Begitu pula empat paper atau karya ilmiah yang ditampilkan memuat hasil penelitian dari studi-studi Islam yang berdampak pada kehidupan manusia. Seperti Dr. Sukiati dengan judul kepercayaan, pembelajaran dan perhatian dalam perspektif gender. Yaitu untuk menciptakan keluarga yang kuat diperlukan pula peran ayah dan ibu yang kuat pula. “Penguatan keluarga perlu nilai-nilai keluarga yang diterapkan optimal,” ujarnya.

“Nilai keluarga dimaksud yaitu kepercayaan, perhatian dan kepedulian dan pembelajaran di rumah. Keterlibatan ayah dan bunda adalah syarat mutlak, meliputi latar belakang pendidikan, profesi dan budaya orangtua,” urainya.

Selanjutnya, Iqbal Irham menjelaskan, konsep sholat sebagai pengobat penyakit. Ia meyakini thuma’ninah, istiqomah dan benar (THIB) dalam sholat mampu mencegah dan mengobati osteoporosis. “Salat dengan THIB menjadi olahraga teratur dan berkala, terdapat kelembutan di dalamnya. Di gerakan-gerakan sholat, ada peregangan otot, perbaikan tulang belakang, leher dan sendi. Aspek kesehatan digali dari ibadah sholat,” ujarnya.

Hasil penelitian lainnya dibawakan Tri Niswati Utami, M.Kes yang menggali potensi Sholat Tahajud bagi kesehatan mental dan fisik manusia. Dengan judul studi analisis meta terkait pengaruh Sholat Tahajud bagi kesehatan. Temuannya, bahwa Tahajud memberikan efek signifikan terhadap kesehatan fisik dan mental.

“Melalui jalur sel dan respon otak. Gerakan Tahajud seperti sujud pada malam hari  mampu mengalirkan darah yang kaya oksigen ke otak sehingga sekresi adenocorticotripic (ACTH) lebih stabil. Lalu mampu menyetabilkan hormon kositol dan menjadikan sistem imun meningkat,” jelasnya.

Lalu, panelis terakhir yaitu Solihah Titin Sumantri, MAg membawakan paper berjudul otoritas keagamaan baru bagi generasi Islam milenial. Sebuah studi komunitas Rohis di Kota Medan.

Rektor UIN SU Prof. Dr. Saidurrahman, M.Ag menyampaikan apresiasi dan kebanggaan atas dosen-dosen yang ikut menjadi bagian dalam konferensi internasional studi-studi keislaman tersebut. Hasil penelitian yang dilakukan khususnya terkait dengan membangun keluarga kuat dan kajian kesehatan melalui aktivitas ibadah dalam ajaran Islam diharapkan mampu menjadi inspirasi dan bermanfaat bagi kehidupan manusia mendatang serta penelitian ini bisa terus dikembangkan. Rektor juga mengharapkan agar ke depan lebih banyak dosen UIN SU yang diutus mengikuti ajang megah ini.

Konferensi internasional yang digelar pada 1-4 Oktober ini dibuka Menkominfo RI, Rudiantara. Ia berpesan, agar pendidikan Islam mampu berkontribusi bagi pembangunan bangsa termasuk dalam menangkal hoaks. Senada disampaikan Dirjen Pendis Kemenag RI, Kamaruddin Amin ingin agar sarjana dan akademisi Islam dapat berkontribusi memecahkan masalah dunia.

Pembicara kunci pada pertemuan ini yaitu Menag RI, Lukman Hakim Saifuddin, dari George Mason University AS Peter Mandeville, dari University of Wales Garry R Bunt dan dari ICAS London Abdul Majid Hakemollahi. Pada gelaran AICIS ke 19 ini, sebanyak 1.100 sarjana dalam bidang studi Islam berkumpul di Jakarta selama empat hari. Konferensi tahunan ini mengambil tema "Digital Islam, Education and Youth: Changing Landscape of Indonesian Islam". Pertemuan ini membahas 450 paper dari 1.300 yang diseleksi. (Humas)