17 November 2019 12:53 wib

MEDAN (UIN SU)

Civitas Akademika Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) menyampaikan turut berduka yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Tuan Guru Basilam, Syekh Haji Hasyim Al-Syarwani, yang wafat di Rumah Sakit Colombia Medan, pada pukul 11.30 WIB, Sabtu (16/11/2019), karena sakit.

Civitas Akademika UINSU juga berdo'a semoga penerus Tuan Guru Besilam tetap dapat memerankan fungsi-fungsi peradaban yang strategis di masa mendatang. Hal itu disampaikan Rektor UINSU, TGS Prof Dr KH Saidurrahman, MAg dari Jakarta, saat dihubungi via sambungan telepon selularnya, Sabtu sore (16/11). 
Rektor UINSU TGS Prof Dr KH Saidurrahman, Mag yang juga dikenal sebagai penggiat tareqat dan sufistik ini mengatakan, Basilam merupakan salah satu penyanggah peradaban Islam di Sumatera Utara dan Indonesia, terutama dalam bidang spiritualitas.

Tuan Guru Basilam, Haji Hasyim Al-Syarwani, memiliki pengaruh dan peran strategis dalam pengajaran dan pengamalan Islam yang rahmatan lil'alamin di Sumatera Utara  khususnya dan Indonesia secara Umum.

“Umat Islam Sumatera Utara dan Indonesia berhutang budi kepada Syeikh Basilam dalam pengajaran satu dimensi penting dalam Islam yakni al-ihsan atau tasawuf yang menjadi modal penting dalam mengawal moralitas dan akhlak umat,” ujar TGS Saidurrahman.

TGS Saidurrahman juga menekankan agar 10.000 shalawat yang akan dilaksanakan UIN Sumut pada 26 November 2019 mendatang bersamaan dengan Diaes Natalis UIN Sumut dapat dihadiahkan kepada Allahyarham Tuan Guru Basilam, Syekh Haji Hasyim Al-Syarwani.
Sebagai informasi, Tuan Guru Basilam, Syekh Haji Hasyim Al-Syarwani wafat pada usia 82 tahun. Berdasarkan keterangan Haji Zamroni, anak kandung Tuan Guru Besilam, Syekh Haji Hasyim Al-Syarwani wafat di Rumah Sakit Colombia Medan, pukul 11.30 WIB, Sabtu (16/11/2019), setelah menjalani perawatan di rumah sakit itu karena sakit. 
Jenazah Syekh Haji Hasyim Al-Syarwani rencananya akan dikebumikan di perkuburan kompleks Babussalam pada Minggu (16/11). Zamroni meminta maaf kepada seluruh keluarga maupun masyarakat luas atas kesalahan yang mungkin dilakukan oleh ayahnya.